Misteri Gurita Kecil yang Mematikan : Gurita Cincin Biru (The Blue-ringed Octopus)

Tempo hari saya menonton NatGeo Discovery Channel yang mengulas tentang 'hewan-hewan paling mematikan di perairan Australia Selatan'. Diantaranya cone snail, stone fish, box jellyfish, dan blue-ringed octopus?! saya kaget bukan kepalang. Betapa tidak, saya pernah bertemu gurita dengan lingkaran biru itu di alam liar, bahkan saya membiarkan binatang kecil itu merayap di jemari tangan saya!  

Segera saya membuka laptop lalu mengetikkan kata "blue-ringed octopus" pada google search. Beberapa detik kemudian, beraneka gambar gurita dengan corak lingkaran biru muncul. Coba perhatikan baik-baik kedua foto ini : (klik pada gambar untuk memperbesar)

gambar 1. Lingkaran biru pada blue ringed-octopus
Gurita yang pernah saya jumpai di alam liar itu mirip sekali dengan gurita 'blue-ringed' yang baru saja muncul di televisi. NatGeo Discovery Channel sebelumnya telah menerangkan, ciri-ciri khusus gurita tersebut adalah pada lingkaran biru yang memenuhi tubuhnya. Ketika sang gurita terganggu, warna lingkaran biru tersebut akan menyala terang dan berdenyut.

Si Pemilik Racun Pemusnah Massal

Penjelasan dari Wikipedia membuat saya semakin terperangah. Ensiklopedia bebas yang terkenal di dunia maya itu menyebutkan bahwa meskipun berukuran kecil, gurita 'blue ringed' baru-baru ini diketahui sebagai salah satu hewan paling beracun di dunia.

Racun mematikan gurita 'blue-ringed' diproduksi oleh bakteri yang terdapat pada kelenjar air liurnya. Racun ini mirip dengan racun tetrodotoxin (TTX) yang terdapat pada ikan buntal (pufferfish) dan sangat berbahaya. Perlu diketahui, TTX 100 kali lipat lebih beracun daripada potassium sianida. Racun dari gigitan seekor gurita 'blue-ringed' mampu membunuh sebanyak 26 manusia dewasa hanya dalam hitungan menit. Dan yang paling membuat bulu kuduk keriting adalah racun dari gurita tersebut hingga saat ini belum ada antivenin/obat penawarnya!

Meskipun gigitan gurita 'blue-ringed' awalnya tidak terasa sakit, namun dampak dari racun yang masuk ke tubuh korban melalui gigitan tersebut baru terasa lima menit setelahnya, dimana korban akan merasa pusing dan kesulitan bernafas. Daya racun yang terlalu kuat dapat menyebabkan kelumpuhan pada otot dan kemungkinan gagal jantung.

(Wikipedia dan Animal Diversity Web)

Habitat Si Gurita Pemalu

Gurita 'blue-ringed' termasuk ke dalam genus Hapalochlaena, yang hidup di sepanjang samudra pasifik mulai dari jepang hingga Australia. Salah satu spesiesnya, Hapalochlaena lunulata, ditemukan di Indo-Pasifik Barat dan Samudera Hindia. Spesies tersebut benar-benar mirip dengan gurita 'blue-ringed' misterius yang pernah saya jumpai. Simak gambar hasil jepretan Roy Caldwell berikut.

Hapalochlaena lunulata (photograph by courtesy of Professor Roy Caldwell, Department of Integrative Biology Interim Director, UC Museum of Paleontology University of California, Berkeley)

Gurita nocturnal yang hanya berukuran 12-20 cm ini sangat pemalu, introvert dan jarang bertemu manusia. Mereka hidup di perairan laut dangkal atau di genangan pasang air laut dan selalu bersembunyi diantara batuan karang yang sangat teduh selama siang hari. Pada malam hari ia memangsa udang-udangan, kepiting, atau ikan-ikan kecil.

(Wikipedia, Animal Diversity Web, dan SOMEDNAT)

Kondisi perairan di TKP (Tempat Kejadian Perjumpaan dengan gurita misterius) memang tergolong cukup teduh karena dilengkapi perabot-perabot ekosistem seperti mangrove, padang lamun, terumbu karang dan substrat tanah berpasir yang dipenuhi pecahan karang. Lingkungan yang kondusif seperti itu menawarkan habitat yang sesuai bagi hewan-hewan kecil untuk tumbuh dan berkembang biak. Keadaan ini pula yang mungkin menyebabkan gurita 'blue ringed' datang ke TKP sebagai predator bagi hewan-hewan kecil itu.

Benarkah Mematikan?

Saya langsung merinding ketika teringat kembali ke masa dimana saya bersama kawan-kawan tengah berpetualang ke TKP, yaitu di perairan sekitar pantai Lempuyang, Taman Nasional Baluran (Baca : Pantai eksotis di kawasan pantura jawa timur).

Awalnya kami bermaksud menyingkirkan pecahan batu karang diantara tumbuhan lamun. Tiba-tiba nampak seekor gurita kecil, lucu, dan sangat cantik. Rasa penasaran memaksa kami untuk memungut mahluk imut tersebut. Dan beginilah ulah konyol kami terhadap si pemalu yang [katanya] mematikan itu :

gambar 2. Gurita dengan lingkaran biru yang bikin penasaran
Pertanyaan yang masih berkecamuk dalam pikiran saya adalah, apa sebenarnya nama spesies gurita 'blue-ringed' misterius ini? Dan apakah memang benar gurita tersebut sangat beracun? Tengok lagi ulah kami terhadapnya!  

Who knows? Mungkin anda lebih tahu. Karena bukan kapasitas saya untuk memberikan jawaban secara pasti. Penelitian yang mendalam oleh para pakar perikanan atau biologi terhadap biota-biota laut di nusantara saya rasa perlu dilakukan, untuk melengkapi ensiklopedi biota laut di negeri kita.

Namun yang pasti, kita harus selalu bersahabat dan tetap waspada dengan kehidupan alam liar. Karena ketika rasa ingin tahu kita terlalu tinggi, lalu bertindak dengan bekal pengetahuan yang cetek, bisa-bisa kita celaka karenanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Padang Lamun, Hamparan Permata di Ujung Timur Pantura Jawa